Materi Pembelajaran Keanekaragaman Hayati Menimbulkan
Kepedulian terhadap Lingkungan

Banyak jenis-jenis hewan dan tanaman yang dulu kita jumpai, sekarang tidak lagi. Ini disebabkan habitat dari organisme tersebut sudah tidak mendukung. Kerusakan-kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh alam maupun ulah manusia menyebabkan semakin menurunnya sumber-sumber kekayaan alam. Sumber daya alam hayati yang sifatnya dapat diperbaharui, jika penggunaannya tidak berwawasan lingkungan dapat menimbulkan kelangkaan bahkan kepunahan berbagai species flora maupun fauna.
Contoh tindakan manusia yang dapat menyebabkan rusaknya sumber daya alam hayati antara lain : penebangan hutan secara liar, perburuan yang tidak mengenal musim, penangkapan ikan yang tidak mengenal batas dan waktu serta erosi plasma nutfah.
Penebangan hutan yang dilakukan secara serampangan tanpa menggunakan sistem tebang pilih serta upaya penghijauan kembali dapat menyebabkan jenis-jenis tanaman tertentu habis dan akhirnya mengalami kepunahan. Hutan yang ditebang dengan cara demikian dapat menyebabkan hilangnya habitat fauna sehingga hewan-hewan ini kehilangan tempat hidup, sumber makanan. Demi mempertahankan hidup, hewan-hewan ini akhirnya menyerang pemukiman penduduk yang ada di sekitarnya. Penduduk yang merasa terganggu perilaku hewan-hewan ini melakukan pembunuhan sehingga dapat mengurangi populasinya.
Perburuan hewan yang tidak memperhitungkan kapan musim kawin dan melahirkan dapat memusnahkan hewan-hewan tertentu. Karena belum sempat hewan tersebut menurunkan generasinya sudah harus mati terbunuh. Penangkapan ikan yang ingin mengambil sebanyak-banyaknya dengan menggunakan jaring yang berukuran kecil maka banyak ikan-ikan kecil yang ikut terjaring. Ini mengakibatkan sebelum ikan tersebut tumbuh besar harus mati terlebih dahulu. Sehingga generasi berikutnya tinggal sedikit dan bisa saja terjadi kelangkaan ikan. Di samping itu, waktupun harus dipertimbangkan. Pengambilan ikan saatikan-ikan tersebut musim bertelur, maka belum sempat melahirkan generasi berikutnya harus sudah terambil saat penangkapan ikan.
Seiring pertambahan populasi penduduk yang semakin meningkat, maka banyak lahan yang digunakan sebagai tempat tinggal. Tidak hanya itu saja, banyak lahan yang kemudian menjadi tempat pertokoan, pembangunan jalan, kawasan industri dan lain-lain dalam rangka mendukung kehidupan manusia. Sehingga yang semula merupakan lahan subur untuk pertanian berubah fungsinya. Maraknya tanaman jenis unggul membuat orang enggan menanam yang jenis local. Yang akhirnya jenis-jenis tanaman tersebut tergusur sehingga menyebabkan terjadinya erosi plasma nutfah. Plasma nutfah adalah kisaran keanekaragaman individu-individu liar sampai bibit unggul masa kini. Erosi plasma nutfah yaitu tergesernya atau terkikisnya jenis-jenis tanaman local oleh jenis unggul yang ada dan akibat dari pembangunan. Jika plasma nutfah terus menerus tergeser dapat mengakibatkan semakin berkurangnya keanekaragaman hayati yang ada. Bahkan keberadaan beberapa jenis tertentu bisa di ambang kepunahan atau punah.
Dalam materi pembelajaran kelas x semester 2, tentang keanekaragaman hayati dapat memacu siswa untuk memahami pentingnya pelestarian sumber daya alam hayati bagi kehidupan. Untuk itu upaya-upaya pelestarian harus selalu digalakkan. Marilah kita selalu menanamkam kesadaran tentang pentingnya lingkungan bagi kehidupan manusia. Karena mau tidak mau manusia berada di lingkungan baik biotic maupaun abiotik dan kita selalu berinteraksi dengan lingkungan. Penanaman nilai-nilai ini bisa selalu kita berikan di sela-sela pembelajaran yang tentunya berkaitan dengan lingkungan atau pembahasan diskusi siswa yaitu di akhir pelajaran. Kita tegaskan bahwa alam ini merupakan pinjaman anak cucu kita. Untuk itu kita dalam menggunakan fasilitas dari lingkungan harus selalu teringat bahwa ini milik anak cucu kita nanti. Dengan demikian kita harus mengembalikannya dalam kondisi yang baik pula.
Keanekaragaman hayati, terutama di Indonesia yang melimpah baik jenis maupun jumlahnya harus disadari bahwa ini merupakan karunia Tuhan. Tetapi kalau penggunaannya tidak berwawasan lingkungan, maka keberadaannya akan hilang atau bahkan punah. Kalau sudah punah maka sulit untuk diadakan kembali atau tidak mungkin diadakan kembali.
Bagaimana mengantisipasi agar keanekaragaman hayati ini dapat lestari? Tentunya bukan sesuatu hal yang mudah untuk dilakukan. Mengapa? Karena ini menyangkut dengan orang banyak. Namun kita sebagai pendidik dapat menjadi ujung tombak untuk menanamkan kesadaran pada anak didik kita. Kita berharap dari anak didik kita dapat berimbas pada keluarga mereka masing-masing yang nanti dapat mengembangkan ke lingkungan, tetangga dan akhirnya masyarakat. Walaupun ditetapkan undang-undang dan sangsi bagi yang melanggar, namun masih banyak pelanggaran yang terjadi. Karena kurangnya kesadaran akan wawasan lingkungan hidup.

Semoga dengan pembelajaran yang dilakukan di sekolah-sekolah terutama tentang lingkungan, dapat menggugah dan menyadarkan akan pentingnya lingkungan bagi kehidupan.(Nowo Retno Wulan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here