Daur Ulang Limbah Usaha Mengurangi Polusi


Ilmu pengetahuan membantu manusia untuk memahami kaidah hokum alam. Teknologi diciptakan pada dasarnya untuk mempermudah hidup manusia. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka pemenuhan kebutuhan manusia, menghendaki berdirinya banyak pabrik. Bertambahnya jumlah manusia karena kelahiran baru menghendaki adanya pemenuhan berbagai macam kebutuhan. Berdirinya banyak pabrik memiliki berdampak pada manusia dan lingkungan hidupnya secara langsung. Dampak positifnya adalah produk industri/ pabrik tersebut kebanyakan mempermudah hidup manusia dan memberi lapangan pekerjaan dan ekonomi. Dampak negatif dari berdirinya banyak pabrik adalah limbah yang mencemari lingkungan. Bahkan produk teknologi yang dihasilkan oleh pabrik-pabrik ini menyebabkan manusia malas memakai anugerah Tuhan berupa tubuh yang indah dan sempurna untuk bekerja dan berkarya. Berkurangnya aktivitas tubuh menyebabkan regulasi tidak normal yang pada akhirnya menjadi penyakit bagi manusia. Manusia dimanjakan dengan fasilitas yang semakin mudah. Contohnya, dulu kalau kita mau bepergian jauh harus mempersiapkan bekal makanan dan minuman dari rumah. Sekarang hal itu sudah ditinggalkan karena dianggap kurang praktis dan ketinggalan jaman. Banyak yang bilang, mengapa susah-susah membawa segala macam bekal dari rumah, di jalan banyak pilihan disediakan tinggal pilih mana yang kita suka.
Kebutuhan sehari-hari demikian juga, semua dikemas serba praktis terutama untuk bahan yang sifatnya cair. Kemasan praktis ini banyak yang menggunakan bahan dasar plastik. Harga relatif murah dan terjangkau masyarakat luas. Bisa dilihat, banyak kita temukan sampah-sampah plastik di mana-mana. Penulis sering memberi contoh pada siswa, berapa sampah yang telah mereka buang tiap kelas. Jika dikumpulkan dalam satu minggu sudah terkumpul berapa. Satu sekolah berapa kelas? Jika diakumulasikan dalam satu bulan sudah berapa banyak sampah yang terkumpul. Kadang kita tidak berpikir sampai sejauh itu. Yang penting kebutuhan kita terpenuhi yang lain terserah.
Sekolah merupakan satu unit sosial yang memiliki posisi strategis dalam pembentukan watak sadar lingkungan dan sadar masa depan. Salah satu kegiatan sadar lingkungan adalah berperan aktif dalam upaya pengurangan sampah. Sekolah kami secara tegas menghimbau siswa untuk membawa bekal makanan ( tepakistilahnya ) dari rumah, tentunya dengan wadah yang aman dan tidak menghasilkan sampah. Ini salah satu solusi untuk mengurangi sampah di sekolah selain makanannya juga sehat. Program go green yang telah dicanangkan oleh pemerintah bersama swasta perlu mendapat apresiasi dari sekolah sebagai bagian dari pendidikan karakter. Namun tentunya kita tidak boleh berhenti sampai di sini. Upaya mencari terobosan mengatasi masalah sampah terutama sampah yang tidak dapat didaur ulang secara alami harus terus dilakukan.
Guru sebagai pribadi unik yang mempunyai arti “ digugu lan ditiru “, tentunya harus memberi contoh tidak hanya untuk siswa saja tetapi juga di lingkungan masyarakatnya. Di sekolah setingkat SMA, pada semester satu ada materi tentang lingkungan yang berisi materi daur ulang limbah di akhir semester. Maka di awal semester, siswa sudah diberitahu dan disuruh mempersiapkan kira-kira limbah apa yang ada di sekitarnya yang dapat dikreasikan sehingga menjadi sesuatu yang bernilai guna. Kreasi daur ulang bisa di bidang seni, makanan dan minuman atau yang lainnya. Siapa tahu kegiatan ini dapat mengilhami siswa untuk lebih mengembangkannya di masa yang akan datang dan dapat menciptakan lapangan kerja.
Di masyarakatpun kita dapat memberikan wawasan sadar lingkungan kepada tetangga sekitar baik secara personal maupun di pertemuan-pertemuan. Sampah bisa kita pilahkan, yang organic dan an organic. Sampah organic bisa ditimbun dekat tanaman yang nanti dapat menjadi kompos dan menyuburkan tanaman. Sampah an organicdikumpulkan dan bisa kita jual ke tempat penjual barang bekas yang dikenal sebagai tukang rosok. Tindakan menjual sampah rumah tangga yang masih ada nilai ekonomisnya selain menjadikan rumah kita bersih kita juga dapat tambahan penghasilan.
Mari sayangi bumi kita dengan bertindak bijaksana terhadap sampah dan limbah di sekitar kita agar tanah tetap subur. Mari kita manfaatkan tanah pekarangan dihiasi tanaman yang indah dan subur serta mendaur ulang limbah. Satu tindakan tepat akan menyelamatkan masa depan generasi kita. (Nowo Retno Wulan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here